Kalah Di Angin Pesona :
Sungai gunung begitu mempesona
sawah ladang,hutan subur kaya raya
membuat banyak kaki berduyun menekuk segalanya
dipagari, dikeruk di angkut ke dapur sendiri
Sayanglah sang penguasa kurang rona
kalah di angin pesona
tak mengerti kisah ibu pertiwi
tak peduli generasi selanjutnya
Kini semuanya telah berlalu
yang tersisa hanya debu dan kerusakan
kemiskinan, kemelaratan setiap waktu beradu
tak ada guna mengeluh
kalaulah ingin menghitung
apa yang mau di hitung
sekarang kitalah yang tidak beruntung.
[] Rudi HB Daman
---------- Jakarta, 29.8.2018
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Agustus 2018
Sabtu, 01 November 2014
Aku masih Matahari
AKU MASIH MATAHARI
Rudi HB Daman|26 Peb 2013|
Aku Masih Matahari:
dikota ini aku sedang memunguti guguran waktu
yang diterbangkan angin selatan
embun pagi menyapakku
dan aku katakan aku masih matahari yang akan membunuh sepi itu di jantung waktu.
#
Dikesal Tak Sudah :
Sikesal tak sudah :
Oleh : Rudi HB Daman|Depok, 012 Januari 2014|
tau kah kamu
udara di luar telah mengeras bersama gerimis yang ritmis itu
dan begitu juga dengan hatiku
karena mu semakin membeku
gelisah mekar
di kesal tak sudah.
#
dan begitu juga dengan hatiku
karena mu semakin membeku
gelisah mekar
di kesal tak sudah.
#
Untuk Berlabuh
Untuk Berlabuh:
Rudi HB Daman| 13 April 2013|
pagi dicumbui matahari
dendam yang memburu
hingga embun lekas mencair
apa yang dikatakannya tentang aku dan dia
dahaga atas marabahaya
biasa juga mereka mengatakan cinta
padahal kami berdua hanya pengembara
disana
jauh di kota para biarawan
satu bahagia tersekap sunyi
doa apalagi yang harus di panjatkan
agar dapat menikmati indah bekas hujan yang kusimpan
di ujung rambutmu
kini menjelma bintang
ikut aku
untuk labuhkan segala letih di bahu senja !
#
PEREMPUAN PENYAMBUNG KABAR PERLAWANAN
PEREMPUAN PENYAMBUNG KABAR PERLAWANAN:
oleh : Rudi HB. Daman|Depok, 29 Juni 2013|
Perempuan ku,
datanglah segera kekota ini
berikan kabar kepada sanak saudara
juga kepada ayah bunda
jangan lupa kepada semua bangsa
katakanlah, bahwa aku belum mati
masih meneruskan pemberontakan dan terus memperhebat perlawanan
karena kebebasan yang di berikan telah di rampas
kemerdekaan yang dideklarasikan telah di gadaikan
oleh mereka dari saudara-saudara kita sendiri
dari bangsa kita sendiri
Perempuanku,
katakanlah pada mereka
ditanah yang diperjuangkan, cukup sudah rakyat dihinakan lebih dari binatang
mumpung darahnya masih basah,
katakanlah pada mereka aku telah mengibarkan bendera merah itu disini
di pabrik-pabrik yang di jaga ketat
di sawah ladang yang di rampas
bahkan di kampus-kampus yang berserakan intelektual
bertumpuk-tumpuk buku ilmu pengetahuan
tapi mereka mandul dan banyak jadi pelacur
Perempuan ku,
walau sudah berapa kali di rontokan, aku masih belum mati
Perempuan ku, katakan lagi sama mereka
tanah ini bukan kara sebatang
juang berkembang sampai menang
aku tak ada gentar dimedan juang
sebab tak ada waktu mengutuk nasib apalagi bersumbunyi diselangkangan
bertapa di meja jabatan dan kekuasaan yang menipu
aku tak sendiri, dan aku belum mati
Perempuan ku, kabarkan pada mereka
kini telah tiba waktunya bersatu bergerak dan melawan sekarang !
#
Mencintaimu Harus Menjadi Aku
Mencintaimu Harus Menjadi Aku :
Rudi HB.Daman|Depok,29 Juli 2013|
sudah lama aku memandang tanah kering ini
seekor burung gagak terbang sedari tadi
mengitari kota yang kian sepi
debu-debu pergi kelangit menyisihkan awan hari ini
dan biarkan aku sejenak terbaring disini
berbantal tangan berselimut matahari
sendiri, aku benar-benar ingin sendiri
sebab masih ada yang ingin kupandang sedalam hati
yang dulu dalam pesona ibu pertiwi
ketika sejarahnya dibacakan, semakin jelas terbuka
betapa parah tanah ini dalam jerit bunga-bunga
apalagi ketika kemarau tiba, mencintaimu harus menjadi Aku.
#
Padamu Pada Hatimu
Padamu Pada Hatimu :
Rudi HB Daman|Jakarta, 12 Juni 2013|
kau telusuri batang malam, akar, ranting hingga ke daun
matamu, doa-doa ku
banyak benar yang ini aku terjemahkan tentang gelap
tentang hawa yang disembunyikan ditulang rusuk
yang terjatuh disini bersama petang
mendesing membawamu berkelana ke Srebrenika
begitu juga aku yang terus terkenang
adakah sampai juga ke kotamu ?
Padamu:
pada hati mu !
#
Bulat Juni Ke Empat
Bulan Juni Ke Empat :
oleh : Rudi HB Daman| Jakarta, 3 Juni 2013|
saat ini kita berada di bulan Juni yang ke empat
masih ingat ?
ketika bunga mei tahun lalu kembali tumbuh mekar
dan seperti biasa kau masih sempat melambaikan tangan,
berbareng dengan separoh kesunyianku di kuburkan
sisanya dihanyutkan di deburan ombak air laut yang biru
jadi garam dan kemungkinan yang lainnya dimakan ikan-ikan
barangkali disini atau di kotamu saja nanti
aku menceritakan tentang burung elang yang berputar-putar di tepian telaga
di saat kau menulis puisi tentang langit dan pemberontakan
angan terkenang pada perang Dipenogoro dan puputan
hingga benar-benar asa ini terperangkap di ruang kosong
dalam kata-kata yang menggelapkan diri tanpa sisa
seperti ketika cinta menguasi jiwa
kaupun semakin ribut melihat garis lengkung bertemu ujung
merah pun menyala-nyala
lalu ada juga yang berkata bahagia atau menyiapkan senjata di desa-desa hingga kekota
yang semuanya seperti cahaya langit
untuk menggapaimu di lingkaran bumi
sebab kini kau penuh dengan hamparan cinta.
#
oleh : Rudi HB Daman| Jakarta, 3 Juni 2013|
saat ini kita berada di bulan Juni yang ke empat
masih ingat ?
ketika bunga mei tahun lalu kembali tumbuh mekar
dan seperti biasa kau masih sempat melambaikan tangan,
berbareng dengan separoh kesunyianku di kuburkan
sisanya dihanyutkan di deburan ombak air laut yang biru
jadi garam dan kemungkinan yang lainnya dimakan ikan-ikan
barangkali disini atau di kotamu saja nanti
aku menceritakan tentang burung elang yang berputar-putar di tepian telaga
di saat kau menulis puisi tentang langit dan pemberontakan
angan terkenang pada perang Dipenogoro dan puputan
hingga benar-benar asa ini terperangkap di ruang kosong
dalam kata-kata yang menggelapkan diri tanpa sisa
seperti ketika cinta menguasi jiwa
kaupun semakin ribut melihat garis lengkung bertemu ujung
merah pun menyala-nyala
lalu ada juga yang berkata bahagia atau menyiapkan senjata di desa-desa hingga kekota
yang semuanya seperti cahaya langit
untuk menggapaimu di lingkaran bumi
sebab kini kau penuh dengan hamparan cinta.
#
Melukis Garis Merah
Melukis Garis Merah :
oleh: Rudi HB. Daman|Depok|1 September 2013|
teruntukmu, perempuan yang menyelendangkan api perjuangan
untuk sekaum, untuk tanah seluruh negeri
oleh: Rudi HB. Daman|Depok|1 September 2013|
teruntukmu, perempuan yang menyelendangkan api perjuangan
untuk sekaum, untuk tanah seluruh negeri
pada keadilan pilihan berkiblat
menentang kolonial, melawan feodal patriakal
dan bulir-bulir kesetiaan itu menggelombang memperhebat barisan
kini tiba waktunya merindu
lalu masuklah, sebab sudah terlalu lama berlayar melukis garis merah
seolah saling menghitung terhampar harum dekapmu.
#
menentang kolonial, melawan feodal patriakal
dan bulir-bulir kesetiaan itu menggelombang memperhebat barisan
kini tiba waktunya merindu
lalu masuklah, sebab sudah terlalu lama berlayar melukis garis merah
seolah saling menghitung terhampar harum dekapmu.
#
November Kembali Menulis Kisahnya
November Kembali Menulis Kisahnya :
Oleh :Rudi HB.Daman|Jakarta, 1 November 2014|
Biji-biji
harapan jatuh di bebatuan
Aroma sengat
padat di ruang penampungan
Yang dimiliki
pindah tangan
Angin tak
datang, Ngantuk jua yang menyerang
Habislah
kata-kata sampai kelu beradu waktu
Tertangkap,
menyambut hari dimana pengadilan tiba
kutemukan
lagi kisahnya di babad tanah jawa
November ini
kembali menuliskan kisah nya.
#
#
Minggu, 26 Mei 2013
Mogok Kerja:
Mogok Kerja:
oleh :Rudi HB.Daman|Depok, 26 Mei 2013|
di setiap atap cerobong pabrik terlihat panji-panji berkibar,
digerbangnya terbentang spanduk merah sepanjang sepuluh meter
massa buruh berbaris beribu lapisan,
bersorak, berteriak membacakan tuntutan
kapitalis mana berani bicara
mesin mati tak ada satupun yang bekerja
lebih lagi tekad massa membaja
semua berhenti bekerja
barisan kita tetap tegak !
#
Kamis, 16 Mei 2013
PERTAMA DATANG KE KOTA PALU :
PERTAMA
DATANG KE KOTA PALU :
Oleh: Roedy HB.
Daman|Jakarta|15 Mei 2013|
Minum Saraba bersama di Teluk kota Palu tak terlupakan,
Juga mendapatkan selarik sajak di Buol sewaktu panen sawit
Di kala Teluk pasang mencatat tujuh hari pemogokan buruh kayu lapis,
Di kala daun-daun mengering kembali membaca perlawanan
heroik petani di Toli-toli dan Donggala
Kembali ke ibu kota setelah delapan belas hari bersama.
Jangan katakan Teluk Palu itu dangkal,
Lebih baik buka mata memandang jelajahi Nusantara
Gunungnya tinggi-tinggi, indah membentang dari selatan ke
utara
Jangan pula menggerutu
agar jauh terhindar dari rasa putus asa
Lebih baik baca kembali
karya agung kaum merah
Bekerja di sawah ladang,
mengubah desa terbelakang lebih baik dari pada hanya mengukur
luas tanah kaum komprador.
#
Jumat, 28 Desember 2012
PADA JEMU MENUNGGU:
PADA JEMU MENUNGGU:
Rudi HB Daman| Jakarta:26:12 2012|
aku tidak lagi meraih petang
di indah matamu sekarang datang
pada jalan itu kita mengukir kenangan
mimpinya berwangi bintang-bintang kepastian
pulang lah
aku tak kemana mana
disini
seperti dulu
berdiri hening dilingkaran kenyataan
dari jauh waktu berjanji
hingga tiba di ujung Desember ke tiga
sepenanggung rindu datang kesampingmu
karena kita pernah bertemu
apa sebaiknya menunggu?
sebab nilai hari semakin matang
walau menyediakan segala tanya untuk saling tidak bicara
begini rasanya jemu
sakura jingga di atas batu
gelisah sendiri menuju restu melayang pulang
lalu waktu - itu bukan kawanku !
#
Rabu, 05 September 2012
Percakapan dari Pabrik:
Percakapan dari Pabrik:
oleh : Rudi HB Daman//:JKT-12 Agust 2012
dari jauh waktu bersaksi
kami dijadikan sapi perahan
sawah dan ladang kering kerontang
terpaksa hijrah kekota-kota
masuk pabrik
cuti tak dapat
upah dibayar murah
lembur paksa sampai pagi
target terus tinggi mesin-mesin tidak boleh mati
kencing dilarang
sholat dilarang
semua harus antri mengambil kartu
sudah diperas dihina pula
ada yang lelah
dari jauh waktu bersaksi
percakapan dari cerobong-cerobong pabrik
kami tak sudi terus dihina
jejak langkah di gerbang pabrik
semula dimutasi sampai juga di PHK
satu pabrik berhenti bekerja
menghentikan mesin-mesin
mengusir mandor-mandor
cukuplah bagi kami untuk membungkukkan punggung
cukuplah bagi kami untuk bekerja demi keuntungan orang-orang kaya
Cukuplah kami memperbolehkan mereka merampok kami
kami hendak bersatu
mempersatukan semua kaum buruh dalam satu serikat kaum buruh
kami jadi semakin sadar
ingatan musim dingin hati kami semakin panas
cahaya mencercah duka nestapa
masa lalu menatap ke depan
kami mulai bangun jalan perlawanan
untuk jembatan ke dunia baru.
#
Dari Aku:
Dari Aku :
Djakarta 6 July 2012/KangRoedy
Ingi ku rampas semua rasa sepi itu dari tubuhmu
dan segera ku hadirkan rindu suka cita disetiap
desah nafasmu
menyambutmu dengan jamuan tarian malam
dipersembahkan
seperti kabut yang membentuk embun
hingga malam semakin riang
tentu saja
karena jarak kita semakin dekat.
#
bersama segelas teh hangat
malam ini kunikmati tarian langit persembahanmu
disisa jamuan senja tadi
gerakannya mengusir penat
pantulan biasmu semakin nampak setiap sekatnya
karena jarak kita tak lama lagi akan semakin dekat.
#
kini
desaku tak ramah lagi
palawija tak bisa tumbuh
tanah tandus
diganti gedung dan lapangan Golf
sawah-sawah berubah jadi hutan beton
rindang dengan kaca dan lampu-lampu
semua semakin terasing dari tanahnya
angin gunung tak sudi mampir
suara jangkrik dan kodok tak terdengar lagi
sepertimu yang kini mulai malas singgah dirumahku
padahal sudah ku siapkan jamuan dengan tarian langit
dengan musik pemukul sunyi
untuk hadirkan suasana gaduh
bentangkan perlawanan
agar gedung-gedung itu roboh kembali jadi sawah dan hutan
sehingga setiap pagi kita bisa menikmati riuh
renyah burung bernyanyi
malampun jangkrik dan kodok menina bobokan kita.
desa kita kembali ada.
#
MENCARI MU:
MENCARI MU:
KangRoedy/JKT: 4 Juni 2012
diri tercerai dari hati
mencari mu
kesana kemari
jangan kita disini berhenti
dari semula
hujan mengucur deras menyelimuti
kini diri meringkih dalam malam sunyi
sudah jauh kita meminta pada gelap
bagaimana?
kamu bisa di tuliskan
berlepas pada lirih angin malam
bagaimana?
kamu bisa di temukan
mata terpikat pada bintang yang menanti
Sunyi
tetap mencari.
##
UNTUK GADIS SEMASA:
UNTUK GADIS SEMASA:
kangRoedy/Depok: 1 Juni 2012
dihalaman pertama kisah perkenalan,
pernahkah lihat perubahan?
pernahkah lihat perubahan?
atau disana sudah berubah
mimpi-mimpi itu tegas
dan perjalanan ini akan tetap dilanjutkan
karena kau pemujaanku
disana
dan bila tidak mampu
terlalu luhur kau untuk ku rengkuh
terlalu tinggi untuk ku miliki.
##
KENANGAN:
KENANGAN:
kangRoedy/Depok: 2 Juni 2012
Terhentak
kadang kisah itu susah dilupa
membumbung
membentuk halus jalinan kasih
berpisah sebelum dipegang
jiwa bertanya
teman bertanya
sudah berapa waktu untuk bertahan
dipukul gelombang yang diucapkan
terasa hari itu-itu saja
dan kini
belum ada kata menyerah
Terhentak
sampai sekarang
tidak mengerti apa yang diperbuat
benar-benar ada kata yang tetap tidak di ucapkan.
##
RINDU PADA KELAS PEKERJA:

RINDU PADA KELAS PEKERJA:
kangRoedy/Jakarta;31 Mei 2012
membaca kisah batasan upah
sejarah umum kaum sebelum saya
hubungannya memang antagonis
perjuangannya juga klas
tidak cukup di urus oleh serikat buruh saja
butuh banyak dukungan kaum luas
pada solidaritas
digerakkan atas kesadaran kolektif
dalam bingkai militan yang berakar pada sejarah
yang memerintah
yang memiliki alat-alat produksi
bukan pada konsepsi Max Weber
apalagi Adam Smith
jauh-jauh dari Leon Trotsky
sekedar membaca sejarah
rindu ini tercurah
pada yang memberikan penghasilan
pada yang memenuhi kebutuhan bagi semua orang.
##
Senin, 28 Mei 2012
INGIN KE TIMUR PADA MATAHARI
Ingin Ke Timur Pada Matahari:
kangroedy/Jakarta-27 Mei 2012
Aku ingin ketimur/
melihat sejarah/
mencari dinginnya lembah Kawi/
memeluk sunyi kota Batu/
terlelap di stasiun Kereta Kota tua/
setelah tiga jam dari Surabaya/
seperjalanan gerimis merayu rasa rindu ketimurannya/
janjinya tegas mengarungi lautan sunyi/
semua nya demi kamu yang terselimuti kabut malam/
yang cinta mati pada matahari.
##
Langganan:
Postingan (Atom)

















